Playing
 
Upcoming
 
Bioskop

Duta FFI 2020 Cinemags

Duta FFI 2020 Cinemags

Komite Festival Film Indonesia (FFI)  menunjuk tiga orang publik figur sebagai duta FFI 2020

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1955, FFI digagas sebagai barometer perkembangan kualitas perfilman Indonesia. Melalui berbagai penghargaan yang diberikan, publik dan kalangan perfilman sendiri bisa membaca pencapaian terbaik yang dihasilkan pekerja film tanah air selama setahun terakhir.

FFI tetap hadir di tahun 2020.

Memasuki tahun ke-40 penyelenggaraan, tantangannya tahun ini adalah menyelenggarakan rangkaian kegiatan di tengah situasi pandemi. Tahun ini sudah dipersiapkan berbagai rangkaian kegiatan yang ditandai dengan peluncuran di hari Minggu (14/6) dalam acara bertajuk “Satu Hari Satu Hal Baik Film Indonesia”.

Meski dalam keadaan yang tidak biasanya, Komite Festival Film Indonesia yang dipimpin oleh Lukman Sardi berkomitmen agar apresiasi tertinggi terhadap insan perfilman dijalankan.

“Sangat penting tetap mengadakan Festival Film Indonesia (FFI) karena justru pada saat seperti ini kita tidak boleh berhenti berkarya,” jelas Lukman Sardi selaku Ketua Komite Festival Film
Indonesia 2020.

“FFI menjadi semangat, kekuatan agar terus bergerak dalam situasi apapun. FFI penting bukan hanya untuk pembuatnya, tapi semua orang Indonesia.”

Didorong oleh keadaan yang tidak ideal, Lukman menambahkan bahwa wajah FFI tahun ini disesuaikan dengan situasi sekarang.

Wajah FFI tahun ini banyak bicara tentang empat pilar: rendah hati, berkarya, kolaborasi, inklusif. Empat pilar tersebut akan selalu menjadi pegangan dan juga titik tolak bagi kita semua bergerak melaksanakan program-program utama maupun tambahan FFI 2020“.

#SatuHariSatuHalBaikFilmIndonesia   #SatuHariSatuKebaikan

Peluncuran telah dilaksanakan kemarin, tanggal 14 Juni secara virtual dalam acara silaturahmi virtual pekerja seni, budaya dan film. Malam Nominasi dan Malam Anugerah sedang dalam
proses persiapan dengan memperhatikan perkembangan keadaan menghadapi pandemi.

Pogram-program tambahan yang bertujuan memperluas literasi film, hiburan dan edukasi seperti Pemutaran Film, Konser Musik Film (OST) dan Akademi FFI juga dalam persiapan untuk
dilaksanakan dalam format online maupun offline, dengan protokol kesehatan yang ketat sambil melihat situasi nanti kedepannya seperti apa. Supaya semuanya terasa aman dan nyaman.

Kegiatan seleksi dan penjurian sebagai salah satu elemen terpenting dalam festival sudah mulai berbenah dan menyesuaikan diri.

Tahun ini, Nia Dinata selaku Komite Penjurian dan Seleksi mengatakan, “FFI harus berjalan dan bekerja sesuai apa yang kita punya. Biasanya satu bulan ada 8-15 film Indonesia baru yang bisa menjadi eligible untuk ditonton kurator FFI. Tetapi sampai
sekarang, dari 1 Oktober 2019 sampai pandemi mulai dan bioskop tutup di pertengahan Maret baru ada 53 film. Maka tahun ini kami sebagai komite memutuskan untuk memperbolehkan film
panjang Indonesia yang tayang di OTT atau platform streaming juga berhak ditonton oleh kurator dan dinilai. Selain itu, kita masih punya waktu sampai 30 September. Jadi semua film yang
memenuhi syarat tetap akan dipertimbangkan.”

Tahap penjurian dan seleksi masih mengikuti format di tahun sebelumnya.

Untuk tahap seleksi yang merupakan tahap awal dari perjalanan panjang menuju penominasian dan penganugerahan akan tetap dikuratori oleh insan dari berbagai profesi yaitu akademisi, jurnalis, dan aktor.

Masih ada nama Nungki Kusumastuti, Prima Rusdi, Hera Diani, Makbul Mubarak, Tam Notosusanto, Rangga Wisesa, Lulu Ratna, Yustinus Kristanto, Fransiska Prihadi, Alia Damaihati,
Amelia Hapsari, Dimas Erdhinta Pratama Putra, Wahyu Aditya, Chistian Aditya, dan Romy Oktaviansyah yang melanjutkan tugas sebagai kurator seperti tahun sebelumnya.

Memperkuat nama-nama kurator tersebut, kini bergabung jurnalis senior Leila S. Chudori. Mereka akan menonton ke-53 film yang sudah memenuhi syarat diputar di bioskop.

Untuk dasar penilaian utama di tahap seleksi masih berpegang teguh pada kualitas teknis dan estetika. Berikutnya adalah profesionalisme kerja yang tercermin dari filmnya sendiri. Lalu
orisinalitas cerita.

Nia melengkapi,

Kami juga masih mengusung keberagaman, film-film yang akan terseleksi ada perspektif keberagaman, Bhinneka Tunggal Ika. Apa yang terjadi secara sosial
di Amerika pasti mempengaruhi seperti Black Lives Matter, artinya kita sebagai manusia harus menghormati manusia tidak dari warna kulit, latar belakang, agama dan etnisitasnya.
Keberagaman yang kita pertajam maksudnya adalah seperti itu. Film-film yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang setara akan kami pilih.”

Setelah puluhan film diseleksi dan dikerucutkan menjadi daftar pendek, film-film terpilih ini kemudian akan ditonton oleh asosiasi profesi untuk kemudian dirumuskan menjadi daftar nominasi. Setelahnya kemudian pemilihan pemenang akan dilakukan dengan mengikuti mekanisme tahun lalu melalui sistem voting oleh Member FFI yang mengkonfirmasikan diri untuk ikut voting tahun 2020 ini.

Adapun tiga orang publik figur sebagai duta FFI 2020 adalah sebagai berikut Reza Rahadian , Laura Basuki  dan Chicco Jerikho

dikutip dari halaman cinemags dan Artikel ini telah diterbitkan oleh @cinemags

0 0 vote
Article Rating

equalizer 108 views

Category & Tags:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Yang Mungkin Terkait

Sinopsis Die Hard 4.0 Live Free or Die Hard, Aksi Bruce Willis Melawan

DIE Hard 4.0: Live Free or Die Hard adalah film tahun 2007 dibintangi Bruce Willis. Film bergenre thriller ini diproduksi di bawah naungan 20th Century Fox. Die Hard 4.0: Live Free or Die Hard ditulis dan disutradarai Len Wiseman yang juga menggar... Baca Selengkapnya


Warner Bros. akan Hadirkan Film Animasi Batman: Soul of the Dragon Pad

Warner Bros. Animation akan memulai tahun 2021 dengan film animasi DC baru melalui superhero Batman: Soul of the Dragon, membawa Dark Knight dan sekutunya ke tahun 1970-an dengan tema ilmu bela diri. Trailer pertama untuk film ini juga telah dirilis... Baca Selengkapnya


Robert Pattinson As Batman: First Look

Sutradara Matt Reeves Mengungkapkan Pertama Melihat Robert Pattinson Sebagai Batman Dalam Bukunya yang akan Datang "Batman." Dalam Rekaman Yang Baru, Diatur Untuk Menyenangkan Skor Oleh Komposer Michael Giacchino, Pattinson Langkah-La... Baca Selengkapnya


Lana Condor On ‘to All The Boys’ Sequels, Playing Sandra Oh’s Da

Ketika Sma Komedi Romantis "Untuk Semua Anak laki-laki yang saya Cintai Sebelum" memulai Debutnya Di Netflix Pada tahun 2018, Adaptasi Jenny Han Ya Best-Seller Adalah Sebuah Terobosan Acuan Untuk Representasi, Casting Asia, Aktor Amerika Lana Condo... Baca Selengkapnya


‘created Equal: Clarence Thomas In His Own Words’: A Justi

Jika Anda Menonton "Dibuat Sama: Clarence Thomas Dalam Kata-katanya Sendiri" Mencari Petunjuk Thomas' Inner, Kunci Yang Clarence Thomas benar-Benar, Maka Anda akan Harus Menunggu beberapa Saat Sebelum Tiba. Tapi Itu Tidak. Alasan Itu Me... Baca Selengkapnya